Distribusi Gas Elpiji Masih Bermasalah, DPRD Bontang Akan Panggil DKUMPP dan Pertamina

- Editor

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rustam,Ketua Komisi B DPRD Bontang

i

Rustam,Ketua Komisi B DPRD Bontang

DIKSIKU.com, Bontang – Masalah kelangkaan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram kembali mengemuka di Kota Bontang. Keluhan warga soal sulitnya mendapatkan gas melon, serta harga jual yang tak wajar di lapangan, mendorong Komisi B DPRD Bontang mengambil langkah serius.

Ketua Komisi B, Rustam, menyatakan pihaknya akan memanggil Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) bersama perwakilan Pertamina untuk membahas persoalan distribusi yang dinilai belum tertangani dengan baik.

“Kami ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi. Informasinya suplai ditambah, tapi faktanya di lapangan masih langka. Ini perlu dikupas tuntas,” ujar Rustam saat ditemui, Sabtu (28/6/2025).

Menurutnya, kelangkaan bukan hanya soal pasokan, tapi juga menyangkut jalur distribusi dan sistem pengawasan yang belum berjalan maksimal. Ia menilai perlu ada peninjauan menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran, agar gas subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.

Rustam juga menyoroti laporan soal harga jual gas melon yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Ia menyebut kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena justru makin membebani masyarakat kecil.

“Distribusi subsidi harus tepat sasaran. Jangan sampai ada penyalahgunaan atau kebocoran ke pelaku usaha yang tidak berhak,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Baca Juga :  DPRD Bontang Dalami Ancaman PHK di Badak LNG Akibat Krisis Energi

Selain mendesak transparansi distribusi, Komisi B juga mendorong adanya pendataan ulang terhadap seluruh pangkalan resmi yang ada di Bontang. Terutama yang berada di wilayah-wilayah pesisir, yang kerap terkendala akses.

Rustam berharap rapat kerja nanti menjadi momentum perbaikan kebijakan, bukan hanya soal kuota dan suplai, tapi juga pengawasan dan pemerataan distribusi. “Solusi tidak bisa hanya di atas kertas. Harus ada aksi nyata agar masyarakat tidak terus jadi korban,” pungkasnya.(adv)

Loading

Penulis : Mra

Editor : Rahmah M

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA