DPRD Kutim Fokus Tingkatkan Produksi Pertanian, Subsidi dan Peluang Pasar Jadi Prioritas

- Editor

Senin, 22 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kutim, Faisal Rachman. (ist)

i

Anggota DPRD Kutim, Faisal Rachman. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Dalam upaya untuk memajukan sektor pertanian, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Faisal Rachman menekankan pentingnya dukungan yang kuat terhadap petani.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi pertanian tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Faisal Rachman mengungkapkan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, kemudahan dalam menjual hasil pertanian dan subsidi dalam proses produksi adalah kunci.

“Jika biaya produksi seperti pupuk dan bibit tinggi, petani akan kesulitan bersaing di pasar. Kami sudah memberikan subsidi untuk membantu proses produksi,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa dukungan terhadap petani sangat penting, terutama dalam hal subsidi untuk pupuk dan bibit. Tanpa bantuan ini, biaya produksi yang tinggi dapat mengurangi daya saing produk di pasar.

“Jika kami tidak memberikan subsidi atau tidak membantu jalur distribusi, biaya produksi yang tinggi akan membuat petani sulit bersaing,” tambah Faisal.

Faisal juga menekankan perlunya menciptakan peluang pasar yang lebih baik bagi komoditas pertanian lokal. “Kami perlu memberikan peluang pasar yang lebih baik bagi komoditas yang dikembangkan di daerah kita. Pemerintah harus introspeksi dan memperbaiki proses produksi agar hasilnya maksimal,” paparnya.

Baca Juga :  Dewan Kutim Desak Pemerintah Reformasi Pendaftaran Beasiswa Untuk Atasi Masalah Internet

Sebagai penutup, Faisal Rachman menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produksi pertanian, dengan mencari peluang pasar baru dan memberikan bantuan dalam proses pemasaran.

“Kami akan terus mencari peluang pasar baru dan membantu petani dalam proses pemasaran untuk meningkatkan hasil pertanian di Kutim,” pungkasnya. (adv)

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA