Kesejahteraan Masyarakat Kutim Terhambat, Komisi D Soroti Program Pemerintah

- Editor

Selasa, 23 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kutai Timur, Yan Ipui. (ist)

i

Anggota DPRD Kutai Timur, Yan Ipui. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menjadi isu yang memerlukan perhatian serius. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim yang membidangi Komisi D tentang kesejahteraan masyarakat, menegaskan bahwa Komisinyatidak memiliki visi dan misi sendiri, melainkan berperan dalam mengawasi implementasi aturan dan program pemerintah.

“Yang memiliki program peningkatan kesejahteraan adalah Bupati, yang visinya mengacu pada presiden dan berlanjut ke tingkat bawah. Kami di Komisi D mendukung penuh visi tersebut dan memastikan tidak ada dinas yang memiliki visi misi terpisah,” kata Yan di Kantor DPRD Kabupaten Kutim.

Yan juga menyoroti banyaknya hal yang harus dibenahi terkait program kesejahteraan pemerintah yang dianggap belum berjalan maksimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satu contoh adalah anggaran yang ada namun belum dimanfaatkan secara optimal. Silpa yang besar bisa menunda kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyerapan Anggaran Buruk, Novel Tyty Kritik Tajam Kinerja OPD Kutim

Ia mencontohkan, ketika masyarakat ingin mengeluarkan hasil produksi kebun sawit tetapi jalan becek, tentu akan menghambat proses tersebut.

“Uang ada, tapi tidak bisa digunakan secara maksimal. Ini adalah masukan yang kami berikan kepada pemerintah agar setiap tahun memperbaiki kinerja aparatur,” tukasnya.

Yan juga menyampaikan bahwa permasalahan ini tidak hanya dibahas dalam rapat dengan mitra terkait. Sebagai ketua Komisi D, ia menyerahkan laporan kepada ketua DPRD untuk pengawalan lebih lanjut ke Badan Anggaran (Banggar).

“Rapat kerja kami mencakup semua notulen dan usulan prioritas dari OPD yang kami awasi. Setiap awal tahun, kami selalu melakukan evaluasi,” tambahnya.

Menurut Yan, masalah ini bukan hanya soal penganggaran tetapi juga penerapan program. Dana yang sudah masuk ke OPD sering kali tidak digunakan secara efektif.

Baca Juga :  Ancam Keselamatan Pelajar, DPRD Bontang Soroti Masalah Lalu Lintas di Sekitar SMAN 3

“Saya melihat masalah ini lebih kepada kapasitas SDM atau kuantitas SDM di dinas terkait. Beberapa dinas tidak sempat membuat kontrak karena keterbatasan personil. Ini yang sering terjadi sehingga program berjalan mepet,” jelasnya.

Yan juga menyoroti bahwa masalah anggaran besar yang muncul dalam perubahan sering kali tidak berjalan maksimal, menyebabkan program pembangunan terhambat dan kejadian ini terus berulang setiap tahun.

“Dana awal belum berjalan maksimal tetapi sudah datang lagi dana perubahan. Ini sudah bulan Juli, dan program pembangunan belum berjalan. Ini adalah kejadian yang berulang-ulang,” tegas Yan.

Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi, Yan Ipau berharap pemerintah dapat meningkatkan efektivitas program kesejahteraan dan memperbaiki kinerja aparatur demi kesejahteraan masyarakat Kutim.

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA