Legislator Arang Jau Dorong Pengembangan Pariwisata di Kongbeng dan Wahau

- Editor

Kamis, 25 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kutai Timur, Arang Jau. (ist)

i

Anggota DPRD Kutai Timur, Arang Jau. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Kecamatan Kongbeng dan Wahau di Kutai Timur (Kutim) memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Keindahan alam yang meliputi sungai, gunung, dan hutan yang masih terjaga, menjadi aset berharga untuk pariwisata.

Anggota DPRD Kutai Timur, Arang Jau, menilai bahwa kedua kecamatan ini memiliki daya tarik wisata yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

“Alam di Kongbeng dan Wahau masih sangat alami. Agar potensi ini dapat dimaksimalkan, diperlukan strategi dan terobosan dari pemerintah daerah untuk pengelolaan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Arang Jau, dukungan pemerintah sangat penting untuk mengembangkan destinasi ini. Fasilitas pendukung seperti akses jalan dan infrastruktur harus disiapkan untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah.

“Jika fasilitasnya tidak memadai, tentu pengelolaannya juga tidak optimal. Pengunjung akan kesulitan jika aksesnya tidak memadai,” tambahnya.

Pembangunan akses jalan merupakan salah satu prioritas utama untuk memastikan kemudahan akses ke tempat wisata.

“Saat ini, akses jalan masih menggunakan jalan perusahaan. Pemerintah harus segera membangun jalan sendiri agar tempat wisata mudah dijangkau,” jelas Arang Jau.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Melanda Makassar, Dinas Lingkungan Hidup Imbau Warga Waspadai Pohon Tumbang

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kutim ini juga menambahkan bahwa selain Kongbeng dan Wahau, banyak tempat lain di Kutim yang berpotensi menjadi destinasi wisata.

“Pemerintah harus jeli dalam melihat dan memanfaatkan peluang yang ada,” tutupnya.

Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan yang memadai, Kongbeng dan Wahau bisa menjadi magnet wisata yang mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dan mempromosikan keindahan alam Kutai Timur. (adv)

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA