Opini : MBG di Bone: Antara Harapan Gizi dan Bayang-Bayang Proyek Anggaran

- Editor

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahyunang (Komisaris PT. Diksi Media Grup)

i

Wahyunang (Komisaris PT. Diksi Media Grup)

DIKSIKU.COM, Bone. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipromosikan sebagai solusi strategis membangun generasi sehat. Namun di Kabupaten Bone, publik patut bersikap kritis: apakah MBG benar-benar dirancang sebagai investasi jangka panjang, atau justru berpotensi menjadi ladang proyek dengan bungkus kepedulian?

Kita tidak menolak niat baik negara. Tetapi niat baik tanpa sistem yang kuat hanya akan melahirkan masalah baru. Bone memiliki wilayah luas, akses desa yang beragam, serta kapasitas pengawasan yang belum sepenuhnya optimal. Tanpa kesiapan distribusi dan kontrol mutu, MBG bisa berubah menjadi program yang terlihat besar, tetapi dampaknya dangkal.

Pertanyaan mendasar yang harus dijawab pemerintah daerah:
Siapa mengelola? Siapa memasok? Siapa mengawasi?

Jika rantai pasok tidak melibatkan petani dan pelaku usaha lokal, maka MBG gagal menjadi penggerak ekonomi rakyat. Program ini seharusnya menyerap hasil pertanian Bone, menghidupkan nelayan pesisir, serta menggerakkan UMKM pangan. Jika justru dikuasai segelintir penyedia besar dari luar daerah, maka yang tumbuh bukan kemandirian, melainkan ketergantungan.

Baca Juga :  BMKG Ungkap Daerah yang Lebih Dulu Masuk Musim Kemarau Tahun Ini

Lebih jauh lagi, aspek pengawasan anggaran tidak boleh dikesampingkan. Program berskala nasional dengan alokasi dana besar selalu memiliki celah penyimpangan jika kontrol publik lemah. Transparansi bukan sekadar laporan administratif, tetapi keterbukaan data yang bisa diakses dan diuji publik. Tanpa itu, MBG berisiko menjadi proyek rutin tahunan yang miskin evaluasi.

Isu kualitas juga tidak boleh diabaikan. Makanan bergizi bukan sekadar nasi dan lauk. Ia menyangkut standar gizi, keamanan pangan, dan konsistensi distribusi. Jika pengawasan longgar, anak-anak bisa menjadi korban eksperimen kebijakan yang tidak matang.

Baca Juga :  Jejak KH Syamsuddin di Lonrae Bone : Warisan Spiritualitas dan Moderasi Islam

MBG di Bone seharusnya menjadi momentum memperbaiki tata kelola lintas sektor—pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga ekonomi lokal. Namun jika hanya berhenti pada seremoni, dokumentasi, dan klaim keberhasilan sepihak, maka program ini akan kehilangan legitimasi sosialnya.

Masyarakat Bone tidak membutuhkan program yang hanya ramai di media sosial. Yang dibutuhkan adalah keberanian pemerintah membuka data, melibatkan publik, dan memastikan setiap rupiah benar-benar kembali pada kualitas gizi anak-anak.

MBG akan berhasil jika ia menjadi sistem yang transparan dan berpihak. Jika tidak, ia hanya akan menjadi catatan panjang dalam daftar program besar yang gagal menjawab akar persoalan.

Penulis : Wahyunang (Komisaris PT. Diksi Media Grup)

Loading

Penulis : Wahyunang

Editor : Redaksi Diksiku

Berita Terkait

Penyelam Temukan Banyak Korban Terjebak di Bangkai Kapal KM Virgo Transport 8
Andre Taulany Resmi Menikahi Amanda Rigby, Mahar Rp20.092.026
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan Tim SAR
Penyiram Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, TAUD Soroti Putusan Militer
Ketika Rumah Nyaris Ambruk, Seorang Ibu di Bone Bertahan Demi Anak dan Tak Punya Tempat Lain
Di Sekolah Tua Ini, Anak-anak Bone Belajar Sambil Menahan Cemas
Jasad Pria Ditemukan Hangus di Lokasi Penampungan Limbah Kayu Bekasi
Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Ruben Onsu Minta Maaf dan Siapkan Bukti

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:26 WITA

Penyelam Temukan Banyak Korban Terjebak di Bangkai Kapal KM Virgo Transport 8

Minggu, 20 September 2026 - 17:22 WITA

Andre Taulany Resmi Menikahi Amanda Rigby, Mahar Rp20.092.026

Minggu, 13 September 2026 - 19:09 WITA

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan Tim SAR

Jumat, 4 September 2026 - 21:24 WITA

Penyiram Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, TAUD Soroti Putusan Militer

Kamis, 3 September 2026 - 23:14 WITA

Ketika Rumah Nyaris Ambruk, Seorang Ibu di Bone Bertahan Demi Anak dan Tak Punya Tempat Lain

Kamis, 3 September 2026 - 22:10 WITA

Di Sekolah Tua Ini, Anak-anak Bone Belajar Sambil Menahan Cemas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:55 WITA

Jasad Pria Ditemukan Hangus di Lokasi Penampungan Limbah Kayu Bekasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:07 WITA

Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Ruben Onsu Minta Maaf dan Siapkan Bukti

Berita Terbaru

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA