Seleksi CPNS 2024, Dewan Bontang Tekankan Tenaga Honorer Lama Harus Diutamakan

- Editor

Rabu, 3 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Bontang Tri Ismawati. (int)

i

Anggota DPRD Bontang Tri Ismawati. (int)

DIKSIKU.com, Bontang – Komisi I DPRD Bontang mengadakan rapat kerja dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), untuk membahas pengangkatan tenaga honorer dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.

Dalam rapat ini, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Tri Ismawati, menekankan pentingnya memberikan prioritas kepada tenaga honorer yang telah mengabdi lama di lingkungan pemerintahan.

“Jika mereka tidak diprioritaskan dalam seleksi CPNS dan PPPK mendatang, akan ada tantangan besar bagi mereka untuk bersaing dengan lulusan baru yang memiliki pengetahuan lebih segar dan relevan,” ujarnya.

Ia mengusulkan bahwa tenaga honorer yang telah mengabdi lebih dari lima tahun harus diutamakan, sebagai bentuk pengakuan terhadap loyalitas mereka.

Tri juga menyarankan agar mereka yang mengikuti ujian diberikan kisi-kisi mengenai materi yang akan diujikan, sehingga dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

“Sebelum ujian, mereka sebaiknya mendapatkan panduan tentang soal yang akan dihadapi,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Kepala BKSDM Bontang, Sudi Priyanto, menjelaskan bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) berencana mengadakan kelas persiapan untuk peserta CPNS dan PPPK.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar Serukan Masyarakat Waspada Terhadap Peredaran Uang Palsu

Kelas ini akan membantu mereka belajar mandiri dan melakukan simulasi ujian secara online. “Kami hanya dapat memberikan gambaran umum materi, karena soal ujian sepenuhnya dijaga oleh Bank Soal,” jelasnya.

Sudi memastikan bahwa tenaga honorer yang telah memenuhi syarat kerja hingga 20 tahun akan mendapatkan prioritas dalam seleksi, sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dengan pendaftar dari luar Kota Bontang. (adv)

Loading

Penulis : AS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA