Dadan Hindayana Tegaskan Isu 19.000 Sapi untuk MBG Cuma Pengandaian

- Editor

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan terkait angka kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kondisi aktual, melainkan hasil simulasi berbasis asumsi tertentu.

 

Menurut Dadan, perhitungan tersebut muncul dari skenario apabila seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan menyajikan menu berbahan dasar daging sapi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,” kata Dadan, dalam keterangan pers, Kamis (23/4/2026).

 

Ia menjelaskan, dalam satu kali proses memasak, satu SPPG membutuhkan ratusan kilogram daging sapi. Estimasi tersebut berkisar antara 350 hingga 382 kilogram untuk sekali produksi makanan.

Baca Juga :  Program Nasional MBG, Pemkab Sinjai Tunggu Petunjuk Teknis BGN Lalu "Tancap Gas"

 

“Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi,” tutur dia.

 

Dadan menambahkan bahwa angka tersebut menggambarkan kebutuhan daging dalam sekali masak, bukan keseluruhan kebutuhan program secara nasional.

 

“Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,” kata dia.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hingga saat ini BGN belum pernah menerapkan kebijakan menu seragam secara nasional. Langkah ini dihindari untuk mencegah tekanan terhadap pasokan pangan yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.

Baca Juga :  30 Anggota DPRD Sinjai Terpilih Resmi Dilantik

 

Sebagai contoh, Dadan mengungkap pengalaman saat perayaan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu. Pada momen tersebut, menu nasi goreng dan telur disiapkan untuk sekitar 36 juta penerima manfaat.

 

“Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp 3.000,” ungkap dia.

 

Berkaca dari pengalaman tersebut, BGN memilih menerapkan strategi yang lebih fleksibel dalam penyusunan menu MBG. Pendekatan ini mempertimbangkan ketersediaan bahan pangan lokal serta selera masyarakat di masing-masing daerah.

 

“Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal supaya tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi, kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,” pungkas dia.

Loading

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Frida Rijal

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk
Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz
BNNK Kendal Resmikan IBM Berkelanjutan 2026 di Plantaran, Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
Bitcoin Tertekan Tajam, Pintu Futures Hadirkan 5 Fitur Andalan Untuk Redam Risiko
Tren Kemiskinan Sulsel Terus Menurun, Andi Sudirman Apresiasi Kerja Kolaboratif
KEK Kendal Antar Kabupaten Kendal Jadi Raja Investasi Jawa Tengah 2025

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:27 WITA

Dadan Hindayana Tegaskan Isu 19.000 Sapi untuk MBG Cuma Pengandaian

Rabu, 22 April 2026 - 20:00 WITA

Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk

Selasa, 21 April 2026 - 12:27 WITA

Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:59 WITA

Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:10 WITA

BNNK Kendal Resmikan IBM Berkelanjutan 2026 di Plantaran, Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

Senin, 16 Februari 2026 - 14:10 WITA

Bitcoin Tertekan Tajam, Pintu Futures Hadirkan 5 Fitur Andalan Untuk Redam Risiko

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:31 WITA

Tren Kemiskinan Sulsel Terus Menurun, Andi Sudirman Apresiasi Kerja Kolaboratif

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisnis

Mobil Sport hingga Tas Mewah, Ini Daftar Aset Menarik di BPA Fair 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 07:14 WITA