Dua Pasien Positif Covid-19 di Kaltim, DPRD Bontang Minta Warga Jangan Panik

- Editor

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Bontang – Munculnya kembali kasus Covid-19 di Kalimantan Timur mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan. Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak kepanikan berlebihan.

“Kita sudah berpengalaman menghadapi pandemi ini. Jangan panik, yang penting tetap jaga kesehatan dan kebersihan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (11/6/2025).

Imbauan tersebut muncul menyusul terkonfirmasinya dua pasien positif Covid-19 yang kini sedang dirawat intensif di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, Samarinda. Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim langsung menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh kabupaten/kota.

Di Bontang, Dinas Kesehatan pun langsung bergerak. Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan kembali sistem pemantauan kesehatan masyarakat, terutama di sektor-sektor yang memiliki mobilitas tinggi.

“Fokus kami saat ini adalah perusahaan yang sering dikunjungi pihak luar dan karyawan yang rutin bepergian ke luar kota,” jelas Bahtiar.

Baca Juga :  Agus Haris Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Tiket Murah di Medsos Jelang Liburan

Ia menambahkan, seluruh fasilitas layanan kesehatan telah diminta siaga penuh untuk mendeteksi secara dini jika ada masyarakat yang menunjukkan gejala mirip Covid-19.

Ubayya pun kembali mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat sebagai pertahanan utama.

“Perbanyak makan bergizi, olahraga rutin, dan jangan ragu pakai masker kalau sedang tidak enak badan,” pesannya.

Langkah-langkah ini diharapkan bisa menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mencegah penyebaran virus lebih luas di tengah masyarakat. (adv)

Loading

Penulis : Sdh

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema
Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi
Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar
DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok
DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara
Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap
Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari
Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:49 WITA

DPRD Bontang Bahas Legalisasi THM, PAD atau Dampak Sosial Jadi Dilema

Senin, 11 Mei 2026 - 18:31 WITA

Serapan Anggaran Damkar Bontang Nyaris 96 Persen, Pansus LKPJ Tetap Minta Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:33 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Kritik Serapan Anggaran BPBD, Masih Sisakan Belasan Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 17:13 WITA

DPRD Bontang Wanti-Wanti SiLPA Rp50 Miliar, Soroti Dua Pos Anggaran Jadi Biang Kerok

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:48 WITA

Soroti Penyakit OPD, Pansus LKPJ: Jika SILPA Tak Ditekan, Bontang Bisa Tiarap

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:37 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Rapat Maraton di Hari Libur, Bonnie Sukardi: Waktu Tinggal Tiga Hari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:22 WITA

Pansus LKPJ DPRD Bontang Temukan Kelemahan OPD, Tidak Berani Tolak Anggaran yang Sulit Direalisasikan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA