Oknum Security Bank BTN Bone Diduga Halangi Tugas Jurnalis, Diminta Pahami UU Pers

- Editor

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum security Bank BTN KCP Watampone diduga halangi tugas jurnalis, Kabupaten Bone, Kamis (13/11). (foto:diksiku)

i

Oknum security Bank BTN KCP Watampone diduga halangi tugas jurnalis, Kabupaten Bone, Kamis (13/11). (foto:diksiku)

DIKSIKU.com, Bone – Dugaan penghalangan tugas jurnalistik kembali terjadi di Kabupaten Bone. Seorang oknum petugas keamanan (security) Bank BTN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Watampone diduga menghalangi sejumlah wartawan yang hendak melakukan wawancara dengan pimpinan bank tersebut terkait maraknya proyek perumahan subsidi yang dibiayai BTN, namun nihil fasilitas umum dan sosial (Fasum-Fasos).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/11/2025), ketika sejumlah jurnalis mendatangi kantor BTN KCP Watampone untuk meminta konfirmasi langsung kepada pimpinan cabang. Namun, bukannya memfasilitasi pertemuan sebagaimana mestinya, oknum security justru meminta para wartawan untuk bersurat terlebih dahulu sebelum bisa bertemu dengan pimpinan bank.

Bahkan, petugas keamanan tersebut sempat menjelaskan hal-hal di luar kewenangannya terkait isu yang hendak dikonfirmasi wartawan. Sikap ini memicu kekecewaan jurnalis yang merasa dihalangi dalam menjalankan tugas peliputan yang dilindungi undang-undang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah dua hari ke sini untuk ketemu pimpinannya, tapi dia terkesan menghalangi. Malah dia suruh kami bersurat. Sejak kapan wartawan harus bersurat untuk konfirmasi terkait kepentingan publik?” kesal Eka Handayani, salah satu jurnalis yang mencoba menemui pimpinan Bank BTN Bone.

Baca Juga :  Banyak Pengelola SPPG Ngaku Tak Tahu SOP, BGN: Itu Alasan Lama

Menurut Eka, tujuan kedatangan mereka semata untuk meminta klarifikasi mengenai sejumlah perumahan subsidi di Bone yang dibiayai BTN, namun diketahui belum memiliki fasum-fasos sebagaimana ketentuan pengembang.

“Ini penting untuk publik, karena BTN ikut membiayai proyek perumahan yang diduga tidak memenuhi standar fasilitas sosial dan umum bagi warga. Publik berhak tahu tanggapan resmi dari pihak bank,” tambahnya.

Menghalangi Tugas Jurnalistik Bisa Dipidana

Sikap oknum security tersebut mendapat sorotan karena dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam Pasal 4 ayat (3) UU tersebut disebutkan, “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.”

Baca Juga :  Pergi Umrah Saat Daerah Dilanda Bencana, Bupati Aceh Selatan Resmi Diberhentikan Sementara

Sementara pada Pasal 18 ayat (1) ditegaskan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.”

Dengan demikian, tindakan menghalangi jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan merupakan tindak pidana, bukan sekadar pelanggaran etika.

Didesak BTN Beri Teguran

Insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius manajemen Bank BTN. Pihak BTN diminta menegur oknum security tersebut agar memahami peran pers sebagai mitra strategis lembaga keuangan dalam memberikan informasi yang transparan kepada publik.

“Pers bukan musuh. Kami bekerja untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap BTN mengambil langkah tegas agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Eka menegaskan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Bank BTN KCP Watampone belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Penulis : Idul Abdullah

Editor : Idul Abdullah

Berita Terkait

Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian
Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi
Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat
Meski Ditutup Sementara, Ribuan Dapur MBG Tetap Terima Insenfif Rp 6 Juta per Hari
Banyak Pengelola SPPG Ngaku Tak Tahu SOP, BGN: Itu Alasan Lama
1.700 Dapur MBG Disetop, DPR Soroti Dugaan Permainan di Balik SPPG
Heboh Biaya Rapat Online Rp 5,7 Miliar, Ini Penjelasan Kepala BGN
Terkait Kasus Dugaan Pembobolan Brangkas Unit Sangiaseri, Pemimpin Cabang BRI Sinjai Berikan Pernyataan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:43 WITA

Komdigi Murka! Video Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy Penuh Ujaran Kebencian

Kamis, 30 April 2026 - 20:53 WITA

Kasus Penganiayaan Balita Gegerkan Aceh, Daycare Baby Preneur Beri Klarifikasi Resmi

Kamis, 30 April 2026 - 19:07 WITA

Polemik Gerbong Wanita di Tengah KRL, Menteri PPPA Akui Kurang Tepat

Kamis, 30 April 2026 - 07:14 WITA

Meski Ditutup Sementara, Ribuan Dapur MBG Tetap Terima Insenfif Rp 6 Juta per Hari

Senin, 27 April 2026 - 08:38 WITA

Banyak Pengelola SPPG Ngaku Tak Tahu SOP, BGN: Itu Alasan Lama

Minggu, 26 April 2026 - 08:15 WITA

1.700 Dapur MBG Disetop, DPR Soroti Dugaan Permainan di Balik SPPG

Sabtu, 25 April 2026 - 08:43 WITA

Heboh Biaya Rapat Online Rp 5,7 Miliar, Ini Penjelasan Kepala BGN

Jumat, 24 April 2026 - 12:09 WITA

Terkait Kasus Dugaan Pembobolan Brangkas Unit Sangiaseri, Pemimpin Cabang BRI Sinjai Berikan Pernyataan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz

DPRD Bontang

DPRD Bontang Setuju Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WITA